<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabel Audio Video - Blog Lengkap Dunia Perkabelan &#187; video</title>
	<atom:link href="http://kabelaudio.com/index.php/tag/video/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kabelaudio.com</link>
	<description>Audio, Video, HDMI, DVI, Speaker, Power</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2008 03:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa kualitas visual menurun apabila kita memakai kabel video yang panjang</title>
		<link>http://kabelaudio.com/index.php/2008/10/mengapa-kualitas-visual-menurun-apabila-kita-memakai-kabel-video-yang-panjang/</link>
		<comments>http://kabelaudio.com/index.php/2008/10/mengapa-kualitas-visual-menurun-apabila-kita-memakai-kabel-video-yang-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 03:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kabelaud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknikal]]></category>
		<category><![CDATA[kabel audio]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabelaudio.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
Mengapa kabel video sering bermasalah jika panjangnya lebih dari 3 meter?
Seperti pepatah abadi yang berbunyi: Keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata atau tidak ada kata – kata yang dapat melukiskan betapa indahnya pemandangan ini. Terinspirasi oleh pepatah tersebut ilmuwan, peneliti, perusahaan besar berlomba – lomba untuk menciptakan produk visual yang dapat mengabadikan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post_message_250">
<div><span style="font-size: large;"><span style="font-size: medium;">Mengapa kabel video sering bermasalah jika panjangnya lebih dari 3 meter?</span></span></div>
<div>Seperti pepatah abadi yang berbunyi: Keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata atau tidak ada kata – kata yang dapat melukiskan betapa indahnya pemandangan ini. Terinspirasi oleh pepatah tersebut ilmuwan, peneliti, perusahaan besar berlomba – lomba untuk menciptakan produk visual yang dapat mengabadikan dan merepro seindah aslinya.</div>
<div>Untuk mengimbangi teknologi tersebut kabel video adalah merupakan komponen penting yang mempengaruhi hasil akhir reproduksi tayangan gambar.<br />
Saat ini di pasaran terdapat beberapa format kabel video seperti: coaxial-komposit, RCA-komposit, s-video, 3RCA &#8211; komponen RGB, 5 RCA komponen, DV-i digital, S-cart.<br />
Kabel video berbeda dengan kabel audio analog dimana kabel audio berfungsi mentransfer sinyal berfrekuensi rendah 20 – 20 kHz. Sedangkan kabel video berfungsi untuk mentransfer sinyal frekuensi tinggi 8MHz – 10 MHz untuk format NTSC dan 35 MHz untuk format HDTV.</div>
<div><strong><span style="text-decoration: underline;">Penurunan kualitas sinyal akibat efek “Transmission Line”.</span></strong><br />
Transmission Line adalah efek yang timbul karena panjang kabel melebihi 1/10 panjang gelombang sinyal. Dalam mentransfer sinyal video yang merupakan arus sinusoida maka rumus yang di pakai adalah:</div>
<div><strong><span style="color: #000000;">wavelength (in meters) = v / f</span></strong><br />
V = kecepatan sinyal (300,000,000 meter/detik)<br />
f = frekuensi sinyal</div>
<div>Perbandingan: Frekunsi sinyal audio adalah 20 hz &#8211; 20,000 hz maka panjang gelombang audio adalah 15,000,000 meter sampai dengan 15,000 meter.<br />
Sedang frekuensi sinyal video adalah 10 MHz maka panjang gelombang sinyal video adalah 30 meter.<br />
Kita tentu ingin sinyal yang ditransfer melalui kabel sampai ke TV atau proyektor kita sesempurna mungkin. Dari rumus diatas kita lihat bahwa untuk sinyal video 10MHz maka panjang gelombang sinyal adalah 30 meter sedang efek “Transmission Line” terjadi pada kabel yang melebihi 1/10 panjang gelombang atau kabel yang panjang lebih dari 3 meter. Jika kita menghubungkan TV kita dengan kabel audio biasa atau kabel bukan khusus untuk kabel video maka terjadi sebagian sinyal akan terrefleksi (terpantul) dapat dijelaskan dengan rumus dibawah ini:</div>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/reflection.gif" border="0" alt="" /></div>
<div>Vi = Voltase Insidental sumber sinyal<br />
Zo = Karakteristik impedansi sumber sinyal<br />
Vr = Voltase Insidental tujuan sinyal<br />
Zr = Karakteristik impedansi tujuan sinyal</div>
<div>Dari rumus diatas disimpulkanlah bahwa karakteristik impedansi yang cocok untuk mentransmit sinyal video adalah 75 ohm sedang kabel audio umumnya memiliki karakteristik impendansi 35-50 ohm.<br />
Rumus impedansi karaketerisktik sebagai berikut: (Reference Data for Radio Engineers – Howard W. Sams)</div>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/penampang.gif" border="0" alt="" /></div>
<p><img src="http://vokuz.com/gambar/impedansi.gif" border="0" alt="" /></p>
<div>D = diameter isolasi(dielektrik),<br />
d = diameter konduktor,<br />
E = dielektrik konstant (E=1 untuk udara)</div>
<div>Untuk mendapatkan kabel video komposit/komponen yang benar – benar 75 ohm diperlukan memperhatikan faktor sebagai berikut: konstruksi kabel, bahan konduktor, bahan dielektrik, konektor RCA 75 ohm, penyolderan yang tepat dari kabel ke konektor RCA 75 ohm dan perlindungan kabel.</div>
<div><strong><span style="text-decoration: underline;">Fakta dilapangan</span></strong><br />
Fakta yang dilapangan sering kali kita kurang memperhatikan faktor – faktor penentu dalam membeli kabel komponen.<br />
Faktor penentu kualitas kabel video adalah: spesifikasi kabel 75 ohm, konstruksi kabel, material konduktor, material dielektrik (isolasi), RCA konektor 75 ohm, cara merakit kabel tersebut, penyolderan dan sebagainya.</div>
<p>Faktor lainnya adalah gangguan gelombang radio, elektromagnet. Jika diperlukan kabel videoyang panjang/ ada perlu membuat sendiri berikut adalah tips pemasangan:</p>
<ul>
<li>
<div>Rencanakan jalur kabel sependek mungkin</div>
</li>
<li>
<div>Hindari pemakaian paku untuk memantek kabel di dinding. Paku dapat memberikan gangguan elektromagnet pada kabel.</div>
</li>
<li>
<div>Jauhkan kabel dari perangkat yang mungkin memancarkan gelombang radio atau electromagnet seperti: kipas angin, motor listrik dll.</div>
</li>
<li>
<div>Gunakan pelindung kabel seperti pipa, selang atau pvc untuk kabel</div>
</li>
<li>
<div>Sebaiknya gunakan konektor RCA – 75 ohm solderless. Seperti buatan Analysis-Plus.</div>
</li>
</ul>
<blockquote>
<div><strong><span style="text-decoration: underline;">Uji Coba</span></strong></div>
</blockquote>
<blockquote><p>Untuk menguji teori diatas saya akan melakukan beberapa uji coba sebagai berikut:</p></blockquote>
<blockquote><p>Uji coba dilakukan dengan memakai DVD player high end yang mengadopsi teknologi terkini, TV 34” dengan teknologi terkini. Dalam uji coba ini saya memakai film DVD – Toy Story I Original – Chapter 1 – Menit ke 2:44 (pause). Momen tersebut menggambarkan Sherif Woody tergeletak di atas sofa tamu berwarna hijau dengan latar belakang perapian dan ruang lainnya.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Test 1 dengan kabel komposit RCA murahan 1,5 meter ( Rp 10.000).</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Kabel RCA ini memiliki diameter kabel yang sangat tipis dan kelihatan rentan. Kabel seperti ini biasanya memakai Tough Pitch Copper sebagai bahan konduktornya. Konektor RCA menyatu dengan kabel.Gambar yang direproduksi oleh kabel ini memberikan hasil sebagai berikut: Tekstur fabric sofa yang berwarna hijau tidak terlihat dengan warna hijau pucat. Topi kulit sherrif Woody juga pucat. Gambar terasa hambar, pucat, kurang dimensi.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Test 2 dengan kabel komposit RCA Straight Wire Harmony untuk audio &#8211; 3 meter. (Rp 200.000 sepasang).</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Kabel ini memiliki jacket berwarna hijau degan bahan Foam PE. Bahan Konduktor adalah Oxygene Free Copper dengan konstuksi Dual Shield Coax. Konektor RCA – Gold Flange – Split Pin. Kabel ini berimpedansi sekitar 40 ohm. Hasil reproduksi gambar dibanding dengan test 1 adalah: mulai terlihat baying-bayang tekstur fabric sofa dan warna hijau sedikit lebih baik. Memberikan hasil sedikit lebih baik dari test 1.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Test 3 dengan kabel komposit RCA Analysis Plus – Copper Oval in untuk audio 1 meter. (USD 249 sepasang).</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Kabel ini memakai bahan Oxygene Free Copper dengan penampang kabel oval. Jacket dieletrik berwarna hitam dan agak kaku. Konektor locking RCA model WBT. Gambar terlihat lebih berdimensi mungkin akibat kemampuan kabel ini menampilkan resolusi yang lebih tajam untuk benda di depan dan resolusi dan kegelapan gambar background yang lebih pekat dan vivid. Ternyata material kabel juga mempengaruhi hasil reproduksi gambar.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Test 4 dengan kabel coaxial 75 ohm Harmonic Technology – Cyber Link Silver RCA 2 meter. (USD 249 per buah )</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Cyber Link Silver sebenarnya adalah kabel digital coaxial. Tetapi karena kabel ini memiliki spesifikasi true 75 ohm maka saya ini membandingkan dengan test 4. Cyber Link Silver memakai material single kristal silver sebagai bahan konduktornya. Jacket berwarna putih dengan locking RCA Furutech dan konstruksi balance geometri.</p></blockquote>
<blockquote><p>Dengan test ini saya ingin membuktikan apakah kabel 75 ohm berbeda dengan kabel audio 50 ohm. (test 3).</p></blockquote>
<blockquote><p>Hasil test memberikan hasil pada tekstur sofa warna hijau yang terlihat lebih jelas begitu pula kain penutup sofa berwarna kuning orange terlihat jadi lebih natural. Warna kulit topi Sherrif Woody terlihat lebih alami tidak glossy seperti pada test 3. Batu bata pada perapian terlihat menjadi merah tua bukan coklat tua seperti pada test 1 dan 2. Dan black level di dalam perapian hitam pekat tidak terang seperti test 3.Bayangan pada sofa akibat sinar yang jatuh ke kaki sherrif Woody juga lebih hidup. Secara keseluruhan detail, dimensi, color tone dan cahaya tampil paling bai k dibanding test 1,2 dan 3.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Test 5 dengan kabel komponen RCA tanpa merek 2 meter. (Rp 100.000,- satu set)</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Kabel ini memiliki spesifikasi mirip dengan kabel pada test 1. Hanya kabel ini memiliki 3 coaxial cable. Hasil test memberikan gambar dengan ukuran pixel yang lebih rapat dan gambar yang lebih halus dibanding test 1s/d4. Tetapi color tone, dimensi, dan cahaya masih lebih baik pada test 4.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Test 6 dengan kabel komponen RCA – Harmonic Technology – Silver Component – 2 meter ( USD 150 per set)</strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Kabel ini memakai konduktor single kristal dengan jacket berwarna abu-abu. Konektor RCA warna merah, biru dan hijau kurang bagus penampilan nya. Impedansi 75 ohm. Hasil test memberikan tampilan gambar yang halus, dimensi depan-belakang yang baik, color tone yang natural dan cahaya yang sejuk dimata.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Kesimpulan </strong></p></blockquote>
<blockquote><p>Untuk mendapatkan hasil home theater yang professional sebaiknya manfaatkanlah teknologi yang tersedia pada DVD dan TV/Proyektor anda. Dengan teknologi kualitas gambar bisa ditingkatkan tanpa biaya yang besar. Contoh perbandingan antara komposit dan komponen. Dan membeli kabel yang baik pun belum tentu memberikan hasil yang baik jika kabel tersebut tidak di rakit dan di instal dengan baik.</p></blockquote>
<p>Salam,<br />
Herwin Gunawan<br />
<a href="http://vokuz.com/" target="_blank">www.vokuz.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabelaudio.com/index.php/2008/10/mengapa-kualitas-visual-menurun-apabila-kita-memakai-kabel-video-yang-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana memilih dan membeli kabel untuk komponen audio anda?</title>
		<link>http://kabelaudio.com/index.php/2008/10/bagaimana-memilih-dan-membeli-kabel-untuk-komponen-audio-anda/</link>
		<comments>http://kabelaudio.com/index.php/2008/10/bagaimana-memilih-dan-membeli-kabel-untuk-komponen-audio-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kabelaud</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[audiophile]]></category>
		<category><![CDATA[kabel audio]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabelaudio.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kabel makin mahal makin bagus?
Semua kabel sama saja, tidak mempengaruhi kualitas audio /video?
Pada suatu kesempatan saya bertemu dengan seorang pengusaha yang kebetulan juga seorang audiophile. Pas obrol – obrol santai saya menanyakan mengenai kabel audio. Menurut dia: Kabel yang dipilih adalah merek yang beken dan makin mahal makin bagus.
Pada kesempatan lain saya bertemu seorang audiophile [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: left;"><strong>Kabel makin mahal makin bagus?</strong><br />
<strong>Semua kabel sama saja, tidak mempengaruhi kualitas audio /video?</strong></div>
<p>Pada suatu kesempatan saya bertemu dengan seorang pengusaha yang kebetulan juga seorang audiophile. Pas obrol – obrol santai saya menanyakan mengenai kabel audio. Menurut dia: Kabel yang dipilih adalah merek yang beken dan makin mahal makin bagus.</p>
<p>Pada kesempatan lain saya bertemu seorang audiophile yang berpendapat bahwa pengaruh kabel tidak banyak mempengaruhi kualitas maupun warna suara pada sebuah sistem audio video.</p>
<p>Tetapi seiring dengan semakin kritisnya audiophile dan canggihnya peralatan yang dijual saat ini. Sebaiknya kita memilih kabel yang tepat dalam hal kualitas maupun harga. Sehingga kabel yang dibeli dapat memaksimalkan hasil reproduksi gambar dan suara dan kelebihan budget dapat di alokasikan untuk membeli perangkat, aksesori dan koleksi CD/DVD.</p>
<p>Oleh sebab itu dalam kesempatan ini saya ulas tips memilih kabel di majalah ini.</p>
<p>Idealnya sebuah kabel berfungsi sebagai penghantar gelombang listrik yang tidak boleh menambah atau mengurangi karakter sinyal yang di hantarkan.<br />
Tapi di dunia yang nyata nilai tambah dalam memilih kabel yang tepat selain berfungsi sebagai penghubung dua komponen elektronik juga harus <span style="text-decoration: underline;">dapat menciptakan sinergi </span>di antara dua komponen elektronik yang dihubungkan.</p>
<p><strong>Kenapa ?</strong></p>
<p>Karena sampai saat ini manusia belum dapat menciptakan kabel yang ideal, sehingga kita boleh mengabaikan teori dunia ideal bahwa kabel yang baik adalah penghubung ideal yang tidak mengubah sinyal listrik yang dihantarkan.</p>
<p>Jadi pertanyaan untuk kita yang hidup di dunia nyata adalah: “Bagaimana memilih kabel yang paling tepat dan sesuai untuk menghubungkan komponen -komponen yang kita miliki sehingga menghasilkan output cocok di telinga kita secara maksimal?”</p>
<p>Sebagai pedoman untuk menjawabpertanyaan ini, saya kutip semboyan klasik sebagai berikut “<em>“Analisa diri anda, Analisa musuh anda, Harmoniskan kondisi medan perang, iklim dan cuaca. Seribu kali berperang seribu kali menang”,</em> dari “Sun Tzu” seorang panglima perang dimana teorinya sampai saat ini masih dipelajari dan aplikasikan di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Lho, apa hubungan nya? </strong></p>
<p>Mari kita jabarkan strategi tersebut menjadi strategi ampuh dalam memilih dan membeli kabel.</p>
<p><strong>1. Analisa selera anda</strong></p>
<p>Mulailah menganalisa apa yang anda inginkan. Apa selera musik anda? Bagaimana warna musik tersebut ingin anda dengar? manis? hangat? lembut? dinamik? natural? Suara vokal yang terkesan lebih maju? Sound Stage yang lebar? Trebel yang open? Berhati – hatilah dengan istilah – istilah diatas. Terkadang istilah tersebut diatas dapat dengan mudah dipelintir misalnya treble yang open di istilahkan menjadi suara yang terang atau sound stage yang maju di istilahkan menjadi suara yang menyerang.<br />
Percayakan selera anda di dalam tangan anda sendiri. Buatlah catatan singkat mulai dari daftar lagu kesayangan anda. Kemudian buat daftar harapan anda misalnya: saya ingin mendengar suara cello yang airy, woody dan tebal, saya ingin mendapat sound stage live show dari sebuah Jazz Club dan seterusnya.<br />
Tabel ini kita sebut tabel selera dan harapan.</p>
<p><strong>2. Analisa karakter konponen dan harmonisasikan dengan kabel anda</strong></p>
<p>Setelah anda sudah merinci satu persatu selera dan harapan anda. Kini saat nya anda mendata karakter komponen yang anda miliki.<br />
Ada beberapa pedoman sederhana untuk hal ini:<br />
<span style="font-family: Symbol;">· </span>Teliti spesikasi besaran output dan input komponen anda. Buatlah catatan singkat. Tabel ini kita sebut tabel input-output.<br />
<span style="font-family: Symbol;">· </span>Dengar baik – baik karakter tiap komponen yang anda miliki dengan memakai kabel yang tersedia. Mulailah dari speaker. Buatlah catatan singkat. Tabel ini kita sebut tabel karakter komponen.<br />
<span style="font-family: Symbol;">· </span>Setelah itu buatlah tabel perubahan. Karakter CD: trebel kurang open &gt; treble open dan halus dan seterusnya. Tabel ini kita sebut tabel perubahan.</p>
<p><strong>3. Analisa ruang dengar anda dan harmonisasikan dengan kabel anda</strong><br />
Bagaimana dengan ruang dengar anda? Luas atau sempit? berakustik baik atau seadanya?<br />
Pemasangan kabel: teratur atau tidak teratur? Apakah kabel yang anda pasang melewati medan listrik lain atau tidak dan yang tak kalah penting adalah posisi sound sistem and posisi duduk anda serta panjang kabel yang dibutuhkan. Buatlah catatan singkat. Tabel ini kita sebut tabel ruang dengar.</p>
<p>Setelah merangkum semua permasalahan dengan ruang dengar, sistem yang ada dan selera anda kini saat nya anda menentukan kabel yang cocok untuk anda.</p>
<p><strong>4. Analisa spesifikasi kabel </strong></p>
<p>Cobalah minta keterangan spesifikasi kabel yang anda taksir. Anda dapat mencari informasi di penjual kabel, di catalog produk , majalah audio atau di internet. Pada dasarnya ada <span style="text-decoration: underline;">empat hal yang mendasar</span> yang perlu anda amati yaitu : Konduktor, geometri kabel, bahan dielektrik dan konstruksi dielektrik dan konektor.</p>
<p><strong>Bahan Konduktor dan penampangnya</strong></p>
<p>Konduktor sebagai media penghantar listrik memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas kabel.</p>
<p>Bahan konduktor yang sering dipakai untuk kabel audio dapat dijabarkan sebagi berikut: Tough Pitch Copper, Metal Alloy Conductor, Oxygen Free Copper/Silver, Silver plated OFC, Single Crystal Copper/Silver.</p>
<p>Umumnya penampang konduktor yang ada adalah sebagai berikut:<br />
Penampang bundar, penampang persegi, penampang oval dan lainnya.</p>
<p><strong>Geometri kabel</strong>:<br />
Geometri pada kabel berperan sebagai solusi mengatasi problem skin efek, bunching efek, medan elektromagnetik dan banyak lagi.<br />
Dalam kabel audio kita mengenal beberapa geometri kabel seperti: geometri bipolar, geometri litz, geometri balance, geometri anyaman tikar, geometri hyper litz, geometri kepang dan lainnya..</p>
<p><strong>Bahan Dielektrik dan konstruksinya</strong><br />
Bahan Insulasi atau sering disebut dielektrik berfungsi sebagai pelindung konduktor, yang mempunyai beberapa fungsi seperti: menghalau sinyal radio frekuensi, mengurangi problem skin efek, isolasi tegangan.<br />
Dielektrik yang sempurna adalah dielektik hampa udara, kemudian adalah dielektrik udara dan kemudian bahan dielekrik lain seperti: PVC, Plastic, FPE, PP, Teflon.<br />
Konstruksi dielektrik juga beragam – ragam mulai dari kabel memakai kombinasi teflon dan gelembung udara, tiap lembar konduktor yang diisolasikan kemudian di pelintir baru kemudian di beri jaket dielektrik dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Konektor:</strong><br />
Konektor atau sering kita sebut jack, pin, spade dan banana sebagai ujung tombak kabel audio juga memegang peran yang penting. Semakin baik bahan konduktor dan konstruksi yang di gunakan konektor semakin baik pula tingkat efiensi transmisi sinyal audio anda. Pemasangan konektor harus rapat dan keras.</p>
<p>Pemahaman spesifikasi kabel dapat memaksimalkan budget vs performance dari kabel yang anda incar.<br />
Buatlah tabel spesifikasi kabel.</p>
<p><strong>5. Analisa karakter kabel </strong></p>
<p>Setiap kabel memiliki karakter masing – masing. Ada kabel yang berkarakter nada bass yang baik lemah dalam nada tinggi sehingga memberi kesan tumpul atau sebaliknya. Adapula kabel dengan karakter vocal yang manis tetapi memiliki detail yang kurang baik. Ada kabel yang dapat merespon musik dengan cepat tapi memiliki nada rendah yang kurang baik. Sebelum memutuskan untuk membeli kabel sebaiknya anda mencari informasi mengenai karakter kabel pada review – review kabel di majalah, internet dan sebagainya.</p>
<p><strong>6. Analisa akhir</strong></p>
<p>Kita telah memiliki tabel selera dan harapan, tabel input-output, tabel karakter komponen, tabel perubahan, tabel spesifikasi kabel, tabel karakter kabel. Teliti sekali lagi tabel – tabel tersebut. Dari situ kita dapat menarik kesimpulan akhir dengan bias yang mendekati nol.</p>
<p>Saya mengharapkan dengan tulisan ini anda dapat memiliki pedoman dalam memilih dan membeli kabel yang cocok untuk anda. Cocok dari sisi harga, kualitas dan selera anda. Dan yang terpenting adalah anda terhindar dari problem salah memilih kabel seperti yang sering dialami oleh pembeli awam atau pemula.<br />
Seperti kata orang: Nasi telah jadi bubur, menyesal kemudian tidak ada guna.</p>
<p>Silakan dicoba keampuhan strategi Sun Tzu dalam memilih kabel audio yang tepat.</p>
<p><span style="font-size: x-small;"><span style="font-size: small;">Penulis</span><br />
<span style="font-size: small;">Herwin Gunawan</span></span></p>
<p><a href="http://vokuz.com/" target="_blank">www.vokuz.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabelaudio.com/index.php/2008/10/bagaimana-memilih-dan-membeli-kabel-untuk-komponen-audio-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
